Minggu, 20 Mei 2018

ASPEK MANAJEMEN USAHA


ASPEK MANAJEMEN USAHA
-          MANAJEMEN PERMODALAN DAN KEUANGAN USAHA

Masalah terbesar yang terjadi pada rumah produksi ini adalah kekuarangan modal
:
Rumah prosuksi dapat meminimalisir belanja bahan baku, atau mengganti bahan baku dengan harga yang lebih murah untuk menghemat biaya/ pengeluaran. Rumah prosuksi juga dapt bergabung dalam koperasi yag ada dalam lingkungan tersebut.
-          MANAJEMEN ORGANISASI USAHA

  -
:
-
-          KEBERADAAN SERTIFIKASI (PIRT/SNI (MANAJEMEN DAN PRODUK)/HPCP)

Tidak adanya izin atau sertifikasi SNI
:
Produk yang dipasarkan ini adalah produk berbasis daerah, dan salah satu syarat untuk mengurus surat perizinan sertifikasi SNI adalah dengan adanya standar yang siudah ditetapkan untuk suatu produk, maka produk ini tidak bisa mendapatkan sertifikasi izin SNI.




JARINGAN BISNIS DAN PEMASARAN


JARINGAN BISNIS DAN PEMASARAN
-          PENGEMBANGAN PASAR (LOKAL/EKSPOR)

Masih belum mencangkup ranah internasional
:
Rumah produksi seharusnya dapat memanfaatkan adanya teknologi untuk merambah ke ranah internasional. Ditambah lagi dengan memperbaiki kualitas produk yang cocok untuk masuk dalam pasar internasiional.
-          STRATEGI PEMASARAN (PEMANFAATAN TIK DALAM PROMOSI)

Belum memanfaatkan TIK dalam promosi, belum menjamah perdagangan secara online
:
Rumah produksi bisa meanfaatkan teknologi untuk membuka pasar online. Jika ada kesuliatan dalam mengembangkan pasar online, bisa menghubungi ahliu untuk bekerja sama.
-          PENGEMBANGAN/PENGUATAN JARINGAN BISNIS

-
:
 -

PROSES PRODUKSI



ASPEK
PERMASALAHAN YANG ADA DI MITRA
REKOMENSASI SOLUSI SETIAP PERMASALAHAN
PROSES PRODUKSI
-          TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN UMKM/MITRA

Tidak ada pemanfaatan TTG. Masih diproduksi secara manual menggunakan gunting dan kekuatan tangan

:
Akan lebih baik dan dapat menghemat waktu apabiila menggunakan TTG berupa mesin pemotong.
-          PROSES PRODUKSI/ALUR/METODE YANG DITERAPKAN

Kekurangan alat untuk mengelem (lem tembak), dan memotong (gunting). sehingga karyawan harus mempunyai alat sendiri
:
Mencukupi kekuragnan alat. Dapat membeli alat bekas untuk menghemat biaya
-          KAPASITAS, KUALITAS, KEMASAN DAN DESAIN PRODUK

Masih ada keterbatasan kapasitas produksi, untuk kualitas sudah cukup bagus karena sudah menggunakan anyaman bambu bukan karton, desain produk sudah bagus
:
Pemilik rumah produksi bisa memanfaatkan halaman rumahnya untuk kegiatan produksi jadi dapat memproduksi lebih banyak. Ditambah lagi dengan banyak karyaawan yang dapat mengerjakannya dirumah, jadi diharapkan dapat memproduksi lebih banyak produk.
-          KETERSEDIAAN BAHAN BAKU

Tidak ada masalah dalam ketersediaan bahan baku. Karena bahan baku mudah di dapat. Permasalahannya terletak pada jumlah minimal bahan baku yang harus dibeli dan transportasi untuk membawa bahan baku ke rumah produksi karena rumah produksi berada di dalam kampung padat penduduk.
:
Rumah produksi dapat menyewa transportasi untuk mengangkut bahan baku dari Surabaya yang sebelumnya sudah terlebih dahulu  menghubungi pihak terkait

Selasa, 08 Mei 2018

MANAJEMEN BISNIS


MANAJEMEN BISNIS
-          MANAJEMEN PERMODALAN DAN KEUANGAN USAHA
:
Modal didapatkan dengan cara memutar uang,
-          ADA MANAJEMN TENAGA KERJA/ KARYAWAN
:
-
-          JUMLAH KARYAWAN DAN METODE PENINGKATAN KAPASITAS KARYAWAN
:
Jumlah karyawan : lima orang
-          MEMILIKI SERTIFIKASI (PIRT/SNI (MANAJEMEN DAN PRODUK)/HPCP)
:
-
-          ADA MEKANISME “QUALITY CONTROL”
:
Dilakukan dengan tradisional/manual dengan peningkatan kualitas dari waktu ke waktu

Selasa, 24 April 2018

PEMETAAN POTENSI JARINGAN BISNIS DAN PEMASARAN


JARINGAN BISNIS DAN PEMASARAN
-          KAPASITAS PEMASARAN PRODUK
:
Dalam sekali pengiriman mulai dari 100-400 buah.
-          LUASAN WILAYAH PEMASARAN
:
Menjangkau ke seluruh kabupaten di Pulau Madura, dan beberapa wilayah di pulau jawa
-          JARINGAN PEMASARAN
:
Penjual/pemasok di berbagai daerah.
-          STRATEGI/METODE/ALAT PEMASARAN DAN PROMOSI
:
Strategi pemasaran dan produksi dengan melalui jaringan kemitraan dengan pemasok. Belum ada kegiatan promosi yang lebih lanjut.
-          PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM ASPEK BISNIS
:
Sejauh ini hanya memanfaatkan fitur telepon, sms dan whatsapp pada ponsel.
-          HARGA PRODUK (BERSAING ATAU TIDAK DG PRODUK SEJENIS DARI TEMPAT LAIN)

Bersaing dengan rumah produksi lain. Karena bahan baku yangdigunakan juga berbeda dengan rumah produksi lainnya.
-          SUDAH ADA PASAR EKSPOR (NEGARA MANA ?; LANGSUNG ATAU SUB KONTRAK)
:
Tidak ada. Sejauh ini hanya keluar pulau Madura.
-          IKUT DALAM ORGANISASI BINIS (SEBUTKAN DAN DAMPAKNYA THD PENGUATAN UNIT BISNIS ?)
:
-

PEMETAAN POTENSI PRODUKSI MITRA



ASPEK
POTENSI YANG ADA DI MITRA

KONDISI POTENSI SAAT INI
PRODUKSI
-          KEBARUAN DAN EFEKTIVITAS TEKNOLOGI (TTG) YANG DIMANFAATKAN

Untuk saat ini, belum ada alat khusus untuk memproduksi kuda lumping. Hampir semua proses dilakukan dengan manual. Belum ada teknologi yang menjamah proses produksi ini.
:
Masih menggunakan pisau dan kekuatan tangan untuk memotong anyaman bambu.
-          ALUR METODE/CARA/PROSES PRODUKSI

Rumah produksi memiliki potensi untuk melakukan pengerjaan dengan alat pemotong anyaman bambu


:
1.      Memberi pola pada anyaman bambu, mengelem, menjemur
2.      Melapisi dengan spons
3.      Membungkus kerangka dengan kain yang sudah disablon
4.      Merapikan pinggiran kerangka dengan kain flannel
5.      Memasang rambut-rambut yang terbuat dari benang wol
6.      Menghias dengan pernak pernik
-          KAPASITAS KARYAWAN

Rumah produksi dapat menampung 5-7 karyawan

:
Untuk sejauh ini, produksi dapat dilakukan di rumah masing-masing karyawan. Tidak harus dilakukan di rumah produksi karena kurangnya ruang yang cukup untuk menampung karyawan.

Pada awalnya, rumah produksi ini memiliki lebih dari 10 karyawan. Namun seiring waktu dan hal lain, hanya tersisa lima karyawan untuk saat ini.
-          KAPASITAS PRODUKSI
Dengan jumlah karyawan yang banyak, dan fasilitas ruang pengerjaan seharusnya rumah produksi ini dapat memproduksi lebih dari 400 buah produk.
:
Rumah poduksi ini dapat memproduksi setidaknya 200-400 buah dalam masa satu bulan pengerjaan.
-      KUALITAS DAN DIVERSIVIKASI/DESAIN PRODUK
Untuk desain produk rumah produksi ini dapat melakukan pencarian informasi terkait desain yang sedang menjadi trend saat itu.
:
Kualitas produk sudah cukup bagus, karena sudah beberapa kali mengalami perubahan terkait dengan pemilihan bahan yang cocok dan awet untuk produk. Begitupun dengan desain produk yang kami nilai sudah cukup menarik perhatian konsumen.
-          KUALITAS KEMASAN

Untuk rumah produksi yang sedang berkembang, dapat menggunakan bungkus plastik.


:
Souvenir ini tidak dikemas dalam kemasan khusus.
-          KETERSEDIAAN DAN KUALITAS BAHAN BAKU

Dapat melakukan upgrading terhadap kualittas bahan baku


:
Bahan baku didapat dari Surabaya. Untuk sejauh ini tidak ada kendala dalam ketersediaan bahan baku.

Minggu, 25 Maret 2018

Souvenir Kuda Lumping Madura

Kuda lumping adalah sebuah tarian atau pertunjukan tradisional yang menggunakan properti anyaman berbentuk kuda.

Sejarah Tari Kuda Lumping (Jaranan)

Asal usul Tari kuda lumping sesuai dengan tradisi dan pengaruh budaya pada masa kerajaan yang berkuasa dahulu. Bagi masyarakat Jawa Timur sebelah barat ( Blitar, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan ) tari kuda lumping  lebih terpengaruh oleh kisah wadyabala Prabu Kelana Sewandana dari Kedhiri melawan Singo Barong raja dari Kraton Bandarangin, serta kisah para raja wilayah atau adipati pembangkang yang ada di Ponorogo terhadap Prabu Kertabhumi, Raja Majapait. Jika kita kembali mengingat sejarah kerajaan Majapahit, aka nada kaitannya dengan kerajaan Madura dimana kala itu Kerajaan Wiraraja Madura memiliki hubungan yang dekat dengan Kerjaan Majapahit danjuga memiliki andil dalam kejayaan Kerajaan Majapahit. Karena kedekatan itulah merambah dalam segikesenianya juga, termasuk Tari Kuda Lumping atau Jaranan.

Kuda Lumping Sebagai Mata Pencaharian sebagian orang.

Sering dengan adanya pergantian zaman, kini jaranan tidak hanya digunakan dalam pertunjukan-pertunjukan tradisional tetapi juga dapat dimainkan oleh seluruh lapisan masyarakat terutama di daerah Madura. Masyarakat Madura tidak asing dengan istilah kuda lumping. Dengan populernya budaya tradisional ini, dimanfaatkan oleh sebagian orang atau rumah industry untuk tetap melestarikannya sembari mencari nafkah.

Seperti salah satu UMKM yang kami temui di Kampung Sawah RT/RW 04/09 ini. Sejak berdiri dan diresmikannya Jembatan Suramadu, membuka peluang usaha untuk kebanyakan orang di pulau Madura terutama di daerah pesisir Bangkalan. Kita dapat menemui banyak usaha disepanjang jalan sebelum tol Suramadu. Kita juga dapat dengan mudah menemukan souvenir khas Madura tak terkecuali Kuda lumping.

UMKM Salam Barokah Tetap jaya ini berjalan sejak didirikan dan diresmikannya Jembatan Suramadu pada tahun 2009 silam. Bapak Badus, pemilik rmah produsi ini mengatakan, usaha yang dilakoninya tidak sebesar ini sebelumnya. Awalnya, pak Badus merupakan salah satu pekerja di rumah produksi milik pamannya selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya. Disana ia belajar cara membuat kerajinan kuda lumping ini. Dengan hanya diupah empat ribu rupiah per item yang dikerjakannya, ia juga dapat menikmati proses belajarnya sembari menabung untuk kemudian uang hasil dari jerih payahnya tersebut digunakan sebagai modal usahanya. “Ya itu empat ribu rupiah upah dari hasil jadi satu kuda lumping mbak, sudah jadinya ya hanya dibayar segitu” ujarnya. Mbak Mia, yang merupakan istri dari pak Badus ini juga menuturkan bahwa ia juga memulai karirnya dari proses belajarnya, “Saya dulu belajar sama almarhum kakak ipar saya, buat ini. Ya belajar. Tapi tidak duduk manis gitu mbak, langsung praktik”.




Produksi

Kuda lumping ini diproduksi sendiri di kediamannya. Proses pembuatan satu buah kuda lumping rupanya tidak cukup mudah, dimulai dari membuat pola pada ‘gedek’ atau  biasa disebut dengan papan anyaman bamboo, memotong, memberi lem dan menjemur. Kemudian, masuk pada tahap pemberian lapisan gabus atau spons yang sebelumnya sudah dipola. Setelah pemasangan spons, dilanjutan dengan mamberikan lapisan kain yang telah disablon terlebih dahulu. Semua proses dilakukan dengan cara pengeleman. Setelah semua proses tersebut, dilanjutkan dengan merapikan pinggiran-pinggiran dengan menambahkan kain flannel. Kain flannel juga digunakan untuk hiasan. Tahap selanjutnya hanya menambahkan rambut-rambut yang terbuat dari benang wol berbagai warna. Penggunaan benang wol disebut untuk menggantikan penggunaan serat nanas sebagai rambut kuda lumping karena pada proses pengerjaan serat nanas dinilai cukup menyita waktu dan gatal di tangan sehingga tidak efisien.


Ada beberapa variasi kuda lumping. Kuda lumping dapat dibuat sesuai dengan keinginan pemesan. “Ada yang menngunakan kain batik khas Madura, ada yang kain batik biasa, atau juga ada yang pakai kain hitam polos kaya gini”. Harga yang ditawarkan pun juga berbeda, untuk penggunaan kain batik khas Madura harganya tentu lebih mahal dibanding menggunakan kain batik biasa atau kain polos.

Ukuran dari kuda kumping uni juga bervariasi. Mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar. Kuda lumping ukuran kecil dijual dengan harga Rp. 11.500,- , ukuran sedang Rp. 30.000,- , ukuran jumbo Rp. 35.000,- sedangkan untuk ukuran yang paling kecil dijual dengan harga Rp. 10.000,- kuda lumping ukuran mini ini diproduksi sebagai souvenir pernikahan ataupu acara-acara tertentu. Namun, pasangan suami istri ini sudah tidak lagi memproduksi ukuran mini ini karena susahnya proses pembuatan.

Rumah produksi ini mendapatkan bahan baku dari Surabaya.

Saat Suramadu mulai diresmikan tahun 2004 kami mulai memikirkan usaha ini dan berdirilah usaha kami di tahun 2009. Bahan – bahannya kami dapat dari Pasar-Pasar Grosir. Tabing kami dapat dari Tanah Merah, Jakarta. Kalau untuk bahan yang lain kami ambil di Surabaya. Kain - kain kami ambil di Pasar Bong dan Kramat Gantung. Sedangkan untuk motif-motif dan rambut kami mengambil di Pasar Kapasan.

Kain – Kain kami potong sendiri, pertama kami ukur terlebih dulu, lalu dipotong dan kemudian di sablon. Kami ada beberapa pekerja, ada yang bagian memotong tabing, memasang rambut, menyablon, dan sebagainya. Untuk pemasaran, kami sebar di daerah Suramadu, Bangkalan, Pamekasan, Surabaya, dan Ponorogo. Kami juga menjual Odheng khas Madura mulai dari ukuran anak – anak sampai dewasa.

Untuk mengembangkan usaha ini bisa dibilang susah susah gampang. Kenapa? Karena saat ini banyak yang memproduksinya sendiri. Sehari kami memproduksi -/+ 20 buah per orang. Paling susah adalah kegiatan memotong Tabing dikarenakan kami masih menerapkan memotong secara manual, bukan menggunakan mesin.

Modal juga menjadi factor, bahan – bahan yang dibuat juga memerlukan modal yang lumayan untuk mendapatkan hasil yang bagus. Kami menggunakan Tabing Asli bukan menggunakan Karton karena kalau menggunakan Karton tidak akan tahan terhadap cuaca panas dan hujan.

PEMETAAN POTENSI

PEMETAAN POTENSI PRODUKSI MITRA


PEMETAAN POTENSI JARINGAN BISNIS DAN PEMASARAN


MANAJEMEN BISNIS


PERMASALAHAN DAN SOLUSI

PROSES PRODUKSI

JARINGAN BISNIS DAN PEMASARAN

ASPEK MANAJEMEN USAHA